06 Juli 2010

buat aku tersenyum :)

CERPEN OLEH : dedewadedew

BUAT AKU TERSENYUM


Hari ini aku lagi sedih sekali. Wanita yang sangat kucintai, sudah pergi begitu saja. Tanpa ia mengatakan alasannya yang jelas. Aku seolah-olah enggak percaya dengan apa yang telah terjadi saat ini. Sekarang hari-hariku menjadi kelam dan kelabu, penuh dengan kesedihan. Walaupun teman-teman bilang padaku agar enggak usah lagi mikirin yang sudah pergi. Suatu saat pasti akan ada penggantinya. Tapi pikirinku tetap saja kesitu-situ lagi. Aku merasa hanya ia wanita terbaik yang pernah aku kenal selama ini.
Sebenarnya ia menginginkan agar aku selalu menyapa atau menegurnya apabila bertemu dengannya di sekolah. Namun kenyataannya berbeda. Setiap kali aku bertemu atau berpapasan dengannya, sulit sekali lidah ini untuk sekedar menyapanya dirinya. Mungkin aku jadi canggung. Karena aku masih belum bisa melupakan kekecewaan itu. Yang ada aku menatapnya penuh haru.
Berbeda sekali ketika aku masih bersamanya. Setiap kali aku bertemu dengannya ia pasti menyapaku dan tersenyum manis. Senyuman yang bisa menyejukan hati. Sekarang sudah enggak ada lagi tegur sapa diantara kami. Setiap kali kami bertemu, enggak ada yang mau menegurnya lebih dulu. Yang ada tatapan penuh kebencian. Sepertinya kami sudah enggak saling kenal lagi. Dan entah kapan aku akan mendapatkan senyuman itu lagi.
Siang itu saat jam istirahat, aku duduk menyendiri dan melamun di depan halaman kelas. Tiba-tiba seorang cewek lewat dan menyapaku. “Hey Armed! Kok ngelamun aja!” cewek itu tersenyum manis padaku. Sehingga akupun jadi tersenyum juga. Namun cewek itu keburu pergi ke toilet. Yang membuatku hanya bisa memandangnya dari kejauhan. Tanpa kusadari sebenarnya ia telah sirna dari pendanganku. Ternyata cewek itu bisa buat aku tersenyum. Dan cewek itu juga bisa membuatku lupa dengan kesedihan yang selama ini menghantuiku. Aku jadi merasa terhibur. Tapi rasanya aku enggak begitu kenal dan akrab dengan cewek tersebut. Memang sih aku tahu nama cewek itu. Dia namanya Indah. Tapi kok, dia juga bisa tahu namaku. Perasaaan aku enggak pernah kenalan dengannya. Tapi bagaimanapun juga aku beruntung bisa bertemu dengannya. Yang membuat aku tersenyum dan melupakan kejadian masa laluku.
Indah memang cantik. Apalagi kalau tersenyum, membuat duniaku kembali ceria. Aku merasa ternyata hidup ini yang tadinya kelam dan kalabu sekarang kembali menjadi indah. Sehingga aku penasaran dan ingin mengenalnya lebih dekat.
Setiap hari aku bertemu dengan Indah. Setiap hari juga ia selalu tersenyum manis dan menyapaku setiap kali berpapasan atau lewat depan kelasku. Tapi ia yang lebih dulu menyapaku. “Armed!” Dan aku membalas sapaannya, “Indah!” Aku merasa ia selalu mengodaku. Tapi aku justru jadi tambah senang. Dan aku jadi suka dia. Mungkinkah dia akan menjadi pengganti kekasihku yang telah pergi menjauh? Lama-lama ia jadi sepertinya wajib menyapaku. Hingga akupun jadi selalu merindukannya. Setiap jam istirahat aku selalu menunggunya. Karena ia selalu ke toilet dan lewat depan kelasku.
Namun kali ini sudah sepuluh menit aku menunggunya, tapi ia belum juga datang. Akupun mencoba untuk sabar. Tiba-tiba, Markis menepuk pundakku agak keras. Puk! Aku langsung tersentak kaget. Tersadar dari lamunanku.
“Hey! Pagi-pagi gini kok udah ngelamun!” kata Markis.
“Ah, kamu ngagetin aku aja,” kataku.
“Ngelamunin siapa sih? Fira? Diakan udah pergi, cari aja yang lain. Kayak udah gak ada lagi cewek di dunia ini,”
“Siapa yang ngelamunin Fira?”
“Kalau bukan Fira yang lagi dilamunin, siapa dong?” Tanya Markis penasaran.
“Yang jelas bukan kamu,”
“Ya iyalah, gak mungkin gua yang dilamunin. Emangnya gua cowok apaan! Eh kayaknya elu lagi nungguin seseorang,”
“Iya. Aku lagi ngelamunin seseorang. Dan aku juga lagi nunggu dia lewat,”
“Eh siapa sih? Gua jadi penasaran. Gebetan baru ya?”
“Belum. Sebenernya dia belum jadi pacarku. Karena aku belum nembak dia,”
“Kenapa belum elu tembak?”
“Waktunya belum tepat,”
“Kalau nembak cewek jangan kelamaan. Entar elu nyesel lagi diduluin sama orang lain,”
“Aku gak mau terburu-buru. Kerena aku belum begitu deket dengan dia,”
“Lantas kenapa elu bisa suka sama dia, padahal elu belum begitu dekat sama dia?”
“Aku juga gak tahu, kenapa aku jadi bisa suka dia. Soalnya setiap kali dia lewat sini, pasti dia selalu nyapa aku dan tersenyum manis. Lama-lama aku jadi suka dia.”
“Tapi dianya suka elu gak?”
“Keliatannya sih suka. Tapi aku juga gak mau salah mengartikan semua itu. Sebenernya dia suka aku, atau cuma sekedar nyapa doang.”
“O gitu. Gua jadi penasaran siapa sih nama cewek yang elu maksud. Eh, gue pinjem hp lo. Gue pengen minta lagu-lagu terbaru, ” pinta Markis. Lalu akupun meminjamkan hpku pada Markis. Dan Markispun juga meminjamkan hpnya padaku.
Tiba-tiba aku tersentak kaget. Aku kaget melihat gambar wallpaper di hp Markis. Ternyata ada gambar cewek cantik. Cewek cantik itu mirip indah. Aku hampir enggak percaya. Sekali lagi aku perhatikan. Ternyata memang benar. Itu benar-benar photo indah. Kini dalam hatiku timbul tanda Tanya. Kenapa photo indah bisa ada di hp Markis? Untuk
“Markis, siapa cewek yang ada di hp kamu?” Tanyaku penasaran, sambil menunjukan foto di hpnya.
“Oh, ini. Dia namanya Indah. Dia cewek gua. Menurut lu cantik, gak?” kata Markis.
“Cantik banget,” kataku. Tiba-tiba dadaku terasa sesak. Leher ini serasa ada yang mencekik. Seluruh tubuhku menjadi lemas. Harapan untuk menjadikan Indah sebagai kekasih, kini telah sirna. Namun masih ada harapan yang enggak akan pernah sirna. Yaitu harapan bahwa Indah masih akan bisa buat aku tersenyum.
* * * * *

0 comments:

Posting Komentar