18 Juni 2013

DEWI PUSPASARI ( 1101045066 ) - METODE ACTING RESITASI

1. Model Acting Resitasi Model mengajar ini bertujuan mendesain pandangan siswa ke dalam nilai-nilai pribadi dan nilai-nilai sosial, dengan tingkah laku mereka sendiri dan nilai-nilai tersebut menjadi sumber bagi penemuan mereka. Pada model acting, (Joice dan Weill, 1996) siswa mengeksplorasi problem-problem relasi manusia dalam situasi masalah yang sedang berlangsung kemudian mendiskuikannya. Secara bersama-sama siswa dapat menggali perasaan, sikap, nilai-nilai, dan strategi pemecahan masalah. Langkah-langkah dalam pembelajaran bermain peran (Bruce Joice, 2006) adalah sebagai berikut: 1. Tahap 1 : Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. Tahap 2 : Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 3. Tahap 3 : persiapan kelompok (identifikasi dan memperkenlkan masalah, mengeksplisit masalah, menggali issue utama, penjelasan acting) 4. Tahap 4 : pemilihan partisipan (analisis peran, memilih pemain acting) 5. Tahap 5 : setting tahapan bermain (setting aturan main, penegasan peran, menemukan masalah-masalah dari dalam yang mungkin terjadi pada situasi masalah) 6. Tahap 6 : menyiapkan pengamat (menentukan apa yang harus dicari pengamat, menandai lembar/tugas observasi) 7. Tahap 7 : memerankan (memulai bermain peran, mengendalikan bermain peran, menghentikan bermain peran) 8. Tahap 8 : Suruhlan seorang dari anggota kelompok itu menceritakan materi yang baru diterima dari acting tersebut dan anggota kelompok lainnya mendengarkan sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. 9. Tahap 9 : diskusi dan evaluasi (membahas permainan peran-peristiwa, posisi, dan realisasinya) 10. Tahap 10 : memainkan peran kembali 11. Tahap 11 : diskusi dan evaluasi (seperti pada tahap 6) 12. Tahap 12 : siswa dapat membuat resume atau kesimpulan atas pertunjukkan yang sudah mereka lakukan. Kelebihan metode acting resitasi : 1. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. 2. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri. 3. Melatih siswa untuk menyimak dan mendengarkan dari gagasan kelompok yang sedang acting itu 4. Melatih siswa untuk mengemukakan idea tau gagasan di hadapan banyak orang 5. Melatih keberanian siswa untuk ber acting selayaknya seperti pemain film. 6. Melatih siswa untuk bekerjasama untuk menampilkan pertunjukan yang terbaik. Kekurangan metode acting resitasi : 1.Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru ide pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. 2. Kadang kala tugas scenario / jalannya cerita dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. 3. Sukar memberikan nilai yang memenuhi perbedaan antar individual karena bersifat kelompok 4. Ada siswa yang masih malu-malu ataupun nerveous ketika berada di depan orang banyak 5. Ada siswa yang masih tidak yakin akan kemampuan untuk ber actingnya 6. Ada siswa yang masih tidak bias bekerja sama antar anggota kelompoknya.

1 komentar: