CERPEN OLEH : Dewi Puspasari
GAJAH
Sore itu, Tino dan Toni menonton pertandingan sepak bola gajah di lapangan deket kantor pos. Yang bertanding adalah kesebelasan gajah Aceh melawan kesebelasan gajah Thailand. Pertandingan tersebut sangat seru dan menegangkan. Bahkan banyak kejadian unik dan lucu yang membuat para penonton tertawa. Terlebih-lebih Tino dan Toni yang paling keras ketawanya. Sampai mereka batuk-batuk dan sakit perut.
Akhirnya pertandingan itu dimenangkan oleh kesebelasan gajah Aceh yang mengalahkan kesebelasan gajah Thailand dengan sekor 3-2. Ketika pertandingan usai, semua penonton pulang. Begitu juga dengan Tino dan Toni. Tapi tiba-tiba turun hujan. Semakin lama hujan semakin deras. Maka Tino dan Toni berteduh di sebuah pos ronda, dekat lapangan. Sambil menunggu hujan reda Tino mengajak Toni main tebak-tebakan.
“Wah, baju gue basah semua,” kata Tino.
“Sama baju aku juga basah semua. Mana hujan gak berhenti-berhenti. Gimana kita pulangnya. Kamu sih gak bawa payung,” kata Toni menyalahkan Tino.
“Loh kok malah nyalahin gue. Elo sendiri kenapa gak bawa payung tadi?” Tanya Tino.
“Aku gak tahu bakalan hujan. Jadi gak bawa payung. Kalau tahu bakal hujan pasti aku bawa payung atau jas hujan. Lagian tadi cuacanya cerah dan panas,” kata Toni.
“Ya udah jangan saling menyalahkan. Kita berteduh aja dulu di sini sampai hujannya berhenti,” kata Tino.
“Ya udah. Tapi aku malah ngantuk, mendingan tiduran aja,” kata Toni.
“Heh, jangan tidur di pos ronda!” larang Tino.
“Kenapa?” Tanya Toni.
“Ntar dimarahin pak hansip,” jawab Tino.
“Kalau gak boleh tidur, terus kita ngapain?” Tanya Toni.
“Ton, tadi kan kita abis nonton sepak bola gajah,” kata Tino.
“Iya. Lah terus kenapa?” Tanya Toni.
“Gimana kalo kita main…,” belum selesai Tino bicara Toni langsung memotong.
“Main sepak bola? Ogah ah, hujan, capek, lapar lagi,” kata Toni.
“Bukan. Kalo elo lapar, gue juga lapar. Maksud gue gini, gimana kalo kita main tebak-tebakan mengenai gajah? Sambil nunggu hujan reda,” kata Tino.
“Ok! Siapa dulu?” Tanya Toni.
“Gue dulu. Pokoknya tebak-tebakkannya mengenai gajah. Gajah h-nya ada di mana?” Tanya Tino.
“Di kebun binatang,” jawab Toni.
“Salah,” kata Tino.
“Di lapangan,” jawab Toni lagi.
“Salah,” kata Tino lagi.
“Di rumah,” jawab Toni lagi.
“Salah. Nyerah gak?” Tanya Tino.
“Nyerah deh. Dari tadi salah terus. Apa jawabannya?” Tanya Tino penasaran.
“Gajah h-nya ada di mana? Jawabannya di belakang,” jawab Toni.
“Di belakang mana? Maksudnya apa?” Tanya Tino heran.
“Gajah h-nya ada di belakang? Maksudnya gajah huruf h-nya ada di belakang.”
“Oh. Iya ya. Ya udah 1-0, lanjut!” kata Toni.
“Gue lagi yang nanya?” Tanya Tino.
“Iya kamu lagi yang nanya sampai tiga pertanyaan. Kalau udah selesai gantian aku yang nanya,” jawab Toni.
“Ok. Pertanyaan selanjutnya. Gajah besar apanya?” Tanya Tino.
“Ah, gampang. Gajah besar badannya,” jawab Toni yakin.
“Salah,” kata Tino.
“Besar kupingnya.” Jawab Toni.
“Salah,” kata Tino lagi.
“Besar belalainya,” jawab Toni.
“Salah. Nyerah aja ya!” kata Tino.
“Ya udah nyerah deh,” kata Toni pasrah.
“Gajah besar apanya? Jawabannya gajah itu besar kandangnya. 2-0,” kata Tino.
“Oh iya. Gajah besar kandangnya lanjut ke pertanyaan berikutnya Ton!”
“Gajah mati meninggalkan gadingnya. Harimau mati meninggalkan belangnya. Nah kalau manusia mati?” Tanya Tino.
“Meninggalkan amalnya,” jawab Toni.
“Salah,” kata Tino.
“Meninggalkan warisannya,” jawan Toni lagi
“Salah,” kata Tino lagi.
“Meninggalkan anak-anaknya,” jawab Toni.
“Salah.” Kata Tino lagi-lagi menyalahkan jawaban Toni.
“Salah mulu sih. Nyerah ya!” kata Tino.
“Iya deh aku nyerah lagi.” Kata Toni.
“Tadikan gajah mati meningglkan gadingnya. Harimau mati meninggalkan belangnya. Kalau manusia mati ya dikubur. 3-0, elo kalah telak,”
“ Oh iya manusia mati ya dikubur. Belum, aku belum kalah. Aku belum ngasih pertanyaan,” kata Toni.
“Sekornya udah 3-0. Ya udah sekarang giliran elo. Tebak-tebakan elo apa? Pasti gue bisa jawab.” kata Tino yakin.
“Gimana cara masukin gajah ke dalam kulkas?” Tanya Toni.
“Ya gak bisa. Gak muat. Mana mungkin gajah bisa masuk kulkas. Ngaco banget elo,” kata Tino.
“Bisa. Langsung nyerah nih?” kata Toni.
“Ya udah gue nyerah aja. Jadi penasaran gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas. Gimana caranya? Mustahil,” kata Tino penasaran.
“Cara masukin gajah ke dalam kulkas, pertama buka dulu pintu kulkasnya terus masukin gajahnya. Beres,” kata Toni.
“Oh, gitu.” Kata Tino
“Iya. 3-1 ya sekarang sekornya?” kata Toni.
“Iya. Lanjut ke pertanyaan berikutnya!” kata Tino.
“Tadi kan gimana caranya masukin gajah ke dalam kulkas. Sekarang gimana caranya masukin sapi ke dalam kulkas?” Tanya Toni.
“Ah, gampang. Pertama buka dulu pintu kulkasnya terus masukin sapinya,” jawab Tino yakin seyakin-yakinnya.
“Salah,” kata Toni.
“Loh kok salah?” Tanya Tino heran jawabannya disalahkan.
“Pokoknya salah.” Kata Toni.
“Ya udah gue nyerah. Gimana caranya?” Tanya Tino pasrah.
“Pertama tadi kamu udah betul buka dulu pintu kulkasnya, teus keluarin dulu gajahnya, kan tadi masih ada gajah. Terus baru masukin sapinya.” Jawab Toni.
“Oh iya tadi di kulkas masih ada gajahnya,” kata Tino.
“Benerkan tadi masih ada gajahnya, masa lupa. 3-2 sekarang. Satu soal lagi kalo gak kejawab berarti seri,” kata Toni.
“Ya udah soal terakhir, lanjutkan!” kata Tino.
“Misalkan di dalam hutan diadakan PILKAHU,” kata Toni.
“PILKAHU itu apa?” Tanya Tino.
“PILKAHU itu pemilihan kepala hutan. Semua binatang atau hewan pada datang semua. Ada gajah, ada semut, ada buaya, ada harimau, ada ular dan sebagainya. Tapi ada satu binatang atau hewan yang gak bisa datang. Binatang atau hewan apa yang gak bisa datang?” Tanya Toni.
“Ikan. Pasti ikan. Gak mungkin ikan datang ke hutan. Ikan kan adanya di laut atau di air,” jawab Tino.
“Salah,” kata Toni.
“Kecoa,” jawab Tino.
“Salah,” kata Toni lagi-lagi menyalahkan jawaban Tino.
“Kucing, sebab kucing lagi ngejar-ngejar tikus,” jawab Tino lagi.
“Salah, udah tiga kali jawab. Nyerah aja ya!” kata Toni.
“Ya udah gue nyerah aja,” kata Tino.
“Hewan atau binatang yang gak bisa datang adalah sapi,”
“Loh, kok sapi?” kata Tino kaget.
“Jawabannya Sapi. Tadi kan sapi masih ada di dalam kulkas, belum ada yang ngeluarin,” kata Toni.
“Oh iya, sapi masih kedinginan di dalam kulkas,” kata Tino.
“Sekarang sekornya 3 sama. Jadi seri. Kamu gak jadi menang,” kata Toni.
“Eh, ngomong-ngomong udah magrib nih. Hujan juga udah berhenti,” kata Tino.
“Terus kenapa? Mau ngapain?” Tanya Toni.
“Nginep di sini. Ya pulang. Emangnya elo mau nginep di sini?” Tanya Tino.
“Ya udah kita pulang,” kata Toni.
Sementara hujan sudah mulai reda. Waktu menunjukkan pukul 18.00 wib. Tino dan Toni sudah cukup lama berteduh di pos ronda. Lalu mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
* * * * *
11 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 comments:
Posting Komentar